- Diposting oleh : RA DARUTTAKLIM
- pada tanggal : Januari 06, 2026
Raudhatul Athfal (RA) Darut Ta’lim didirikan pada
tanggal 7 Juli 2007 sebagai bentuk pengembangan lembaga pendidikan Islam
di bawah naungan Yayasan Darut Ta'lim, Kenjeran, Surabaya. Lembaga ini lahir
dari kebutuhan masyarakat akan pendidikan anak usia dini yang berbasis
nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan pendidikan karakter sejak dini.
Awalnya, keberadaan Lembaga Pendidikan
Al-Qur’an (LPQ) An-Nabilah yang berada di bawah asuhan Yayasan Darut Ta’lim
mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat sekitar. Melihat minat yang
besar dari para wali santri, sebagian dari mereka mengusulkan kepada Pengasuh
KH. Syamsul Arifin agar didirikan lembaga Taman Kanak-Kanak sebagai
lanjutan pendidikan anak-anak.
Namun pada saat itu, KH. Syamsul Arifin meragukan
usulan tersebut, karena beliau memiliki kekhawatiran terhadap penampilan wali
murid TK pada umumnya. Beliau melihat kondisi saat itu Dimana banyak wali murid
di luar sana yang tidak mengenakan busana sesuai syariat, seperti tidak memakai
kerudung atau mengenakan pakaian yang tidak sopan. Sementara itu, Yayasan Darut
Ta’lim memiliki prinsip yang sangat berpegang teguh pada syari’at, hal ini
menimbulkan keraguan pengasuh sehingga ide pendirian TK sempat tertunda.
Bukan berarti dimarjinalkan sama sekali, ide
pendirian TK terus dibahas dan dirancang bagaimana membentuk kurikulum terbaik
dan menanggulangi kekhawatiran-kekhawatiran lain dari pengasuh. Sayangnya baru
setelah wafatnya KH. Syamsul Arifin, dan dengan tetap mempertahankan
nilai-nilai perjuangan dan visi dakwah beliau, para pengurus yayasan dan tokoh
masyarakat melanjutkan cita-cita pendidikan dengan akhirnya mendirikan RA
Darut Ta’lim pada 7 Juli 2007. Lembaga ini secara resmi mendapatkan Izin
Operasional (IJOP) pada tahun 2009 dari Kementerian Agama Kota Surabaya.
Kepala sekolah pertama RA Darut Ta’lim adalah Ibu
Lu’Lu Atul Mubriqoh, S.E., yang memimpin lembaga dengan semangat pengabdian
dan pembinaan yang konsisten. Seiring waktu, RA Darut Ta’lim terus berkembang
dan menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini favorit di wilayah
Kenjeran dan sekitarnya.
Hingga saat ini, RA Darut Ta’lim tetap eksis dan
berkembang dengan jumlah peserta didik berkisar antara 130 hingga 150 siswa
setiap tahunnya, serta didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten, sarana
yang representatif, dan lingkungan pembelajaran yang Islami dan ramah anak.